Berita Utama

Peningkatan Produksi Ternak dengan GBIB dan Penanganan Gangguan Reproduksi.

Jawa Tengah Canangkan Gerakan Gertak Birahi Inseminasi Buatan dan Penanganan Gangguan Reproduksi

Bidang Keswan | Kamis, 25 Juni 2015 - 14:38:46 WIB | dibaca: 2573 pembaca

Pemukulan Gong oleh Kepala Dinak Keswan Jateng Mencanangkan Program GBIB dan Penanganan Gangrep

MAGELANG - Pencanangan pelaksanaan program GBIB dan Penanganan Gangguan Reproduksi  tingkat Jawa tengah  dilaksanakan tanggal 24 Juni 2015 bertempat di dusun Kopeng, desa Kapuhan, kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang secara simbolis telah  diresmikan oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah Ir. Agus Wariyanto, S.IP, MM atas nama Gubernur Jawa Tengah. Acara tersebut dihadiri para pejabat Pemda Kab. Magelang, Direktur Kesehatan Hewan, Direktur Budidaya Ternak, Kepala Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta, Kepala Balai Besar Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBTUHPT) Baturaden Purwokerto, Perguruan Tinggi UGM Yogyakarta dan Para Kepala Dinas yang membidangi Fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan se-eks Karesidenan Kedu. 
 
Pelaksanaan kegiatan Tahap I  sebanyak 23.050 ekor di 14 lokasi Kabupaten yang terdiri atas  11.330 ekor (gangguan reproduksi) dan 11.750 ekor (GBIB). Petugas yang terlibat sebanyak  140 orang petugas terampil dari Dinas yang membidangi peternakan dan Kesehatan Hewan  Provinsi dan Kabupaten dengan kualifikasi sebagai Dokter hewan (medis), manteri hewan (paramedis), Asisten Teknis Reproduksi ATR), Pemeriksa Kebuntingan ternak (PKb), Manteri suntik kawin (Inseminator), pencatat data lapang (rekorder). Disamping itu, diterjunkan juga petugas pendampingan Perguruan tinggi Fakultas Kedokteran Hewan UGM yang terdiri dari dosen, Mahasiswa koasistensi Fakultas Kedokteran - UGM.
 
Direktorat Jenderal Peternakan dan kesehatan hewan Kementerian Pertanian pada tahun anggaran 2015 akan melaksanakan kegiatan Gerakan Nasional Penyerentakan Birahi dan Inseminasi Buatan yang terdiri dari kegiatan-kegiatan Penyerentakan Birahi dan Inseminasi buatan serta Penanganan Gangguan Reproduksi. merupakan salah satu upaya untuk  peningkatan akseptor intensifikasi Inseminasi Buatan dan Sinkronisasi Birahi dan kawin alam serta embrio transfer yang akan menghasilkan kebuntingan dan kelahiran pedet untuk menambah populasi.
 
Tujuan kegiatan
  1. Memperbaiki dan menyembuhkan gangguan reproduksi  pada sapi/kerbau betina produktif   yang mengalami gangguan reproduksi sehingga  siap dilakukan Inseminasi Buatan atau Sinkronisasi Birahi
  2. Meningkatkan jumlah dan kualitas sapi/kerbau betina produktif sebagai akseptor IB sehingga dapat mengoptimalkan pelaksanaan inseminasi buatan yang akan menghasilkan kebuntingan dan kelahiran pedet untuk menambah populasi dan produktifitas ternak.
  3. Mengefektifkan kinerja pemeriksaan reproduksi.
  4. Menjawab issu potensi betina produktif 2 juta ekor (aspek program)
Sasaran kegiatan
  1. Sapi/Kerbau betina produktif milik masyarakat   yang tidak bisa bunting karena mengalami gangguan reproduksi untuk dilakukan penanggulangan gangguan reproduksi serta penyembuhan agar siap dilakukan IB atau kawin alam untuk dapat menghasilkan kebuntingan dan kelahiran pedet.
  2. Sapi/Kerbau betina produktif milik masyarakat  yang tidak bisa bunting karena mengalami gangguan reproduksi yang bersifat genetic atau permanen serta tidak dapat disembuhkan  dan didiagnosa majir maka disarankan untuk diafkir sebagai indukan.
 
Kegiatan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI Tahun 2015, telah mengalokasikan kegiatan di 30 Provinsi  sebanyak 691.000 ekor  (GBIB) dan 300.000 ekor (Gangguan Reproduksi). Dari kegiatan ini diharapkan akan ada penambahan  kelahiran pedet sebanyak 817.575 ekor. Untuk di Jawa Tengah target kegiatan Gangguan Reproduksi sebanyak 61.500 ekor sapi/kerbau yang tersebar di 29 kabupaten dan 2 kota (Semarang dan Salatiga), sedangkan kegiatan GBIB sebanyak 35.000 ekor yang tersebar di 28 Kabupaten (Kecuali Demak).

Adapun  pelaksanaan  Program GBIB dan  Gangguan Reproduksi tahap-II dijadwalkan akan dilaksanakan mulai tanggal 29 Juli 2015 yang akan menyelesaikan target 74.450 ekor tersebar di 17 lokasi Kab/Kota, yang terdiri dari target  Ganguan Reproduksi sebanyak   50.200 ekor dan target GBIB sebanyak 23.250 ekor  Petugas yang akan terlibat untuk tahap II sebanyak  325 orang petugas terampil dari Dinas yang membidangi Peternakan dan Kesehatan Hewan kab/Kota dan Provinsi Jawa Tengah.
 

Kriteria ternak sapi /kerbau yang masuk sebagai akseptor:
  1. Pemeriksaan dan pemilihan sapi/Kerbau betina produktif dari populasi/kelompok dengan kriteria Nilai Kondisi Tubuh (NKT) ≥ 2,5.
  2. Melakukan anamnesa kepada pemilik ternak.
  3. Pemeriksaan kondisi umum, eksterior tubuh, gejala klinis dan pemeriksaan melalui eksplorasi rectal untuk menentukan status reproduksi  maka sapi dapat didiagnosa sebagai berikut : sapi/ Kerbau bunting, sapi tidak bunting dengan organ reproduksi normal dan sapi mengalami gangguan reproduksi dan sapi masih dara.
    • Sapi bunting, tidak dilakukan tindakan/ penanganan medis diberikan advis untuk meningkatkan pemberian nutrisi.
    • Sapi/ Kerbau tidak bunting dengan organ reproduksi normal diberikan advis untuk sebagai akseptor IB./ kawin alam.
    • Sapi/ Kerbau mengalami gangguan reproduksi dan sapi yang mengalami kawin berulang 2 kali atau lebih, ditetapkan sebagai ternak target untuk kegiatan penanganan gangguan reproduksi sesuai dengan hasil diagnosanya.
    • Sapi dara yang sudah berumur minimal 2 tahun dan belum nenunjukkan tanda-tanda birahi dievaluasi kondisi organ reproduksinya dengan eksplorasi rectal dan diberlakukan sesuai dengan statusnya. (sks_VI/d)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)