MEMBANGUN PETERNAKAN JAWA TENGAH MENUJU ZERO FARMING SYSTEM BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL

MEMBANGUN PETERNAKAN JAWA TENGAH MENUJU ZERO FARMING SYSTEM BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL

Administrator, Jumat, - 06:28:11 WIB

SEMARANG - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah menyelengarakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Peternakan dan Kesehatan Hewan tahun 2014 di Hotel Grand Candi Semarang. Acara tersebut berlangsung tanggal 26-28 Pebruari 2014. Rakortek ini merupakan tindak lanjut dari Rakornas yang berlangsung sebelumnya di Semarang tanggal 20-22 Pebruari 2014 lalu. Peserta yang hadir mengikuti Rakortek sejumlah 150 orang yang terdiri kepala dinas dan kepala bidang yang membidangi peternakan di 35 Kabupaten / Kota di Jawa Tengah, perwakilan 3 bakorwil, serta pejabat struktural Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah.
 
Pembukaan Rakortek dilaksanakan hari rabu malam 26 Pebruari 2014, di hadiri oleh Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo SH yang berkenan membuka acara secara resmi, selain itu dalam pembukaan ini dihadiri juga oleh tamu undangan dari Kepala SKPD lingkup pertanian Provinsi Jawa Tengah, Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP, pihak perbankan (BRI, BNI, BI dan BPD Jateng), narasumber dari Kementerian Pertanian dan pengurus Ikatan Inseminator Indonesia (INKINDO) wilayah Jawa Tengah.  Sebelum acara resmi dibuka Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah Ir Whitono, MSi menyampaikan laporan pelaksanaan Rakortek kepada Gubernur.
 
Kepala Dinas dalam laporannya menyampaikan pentingnya pelaksanaan rakortek ini yaitu antara lain sebagai sarana dan media untuk sosialisasi dan koordinasi pelaksanaan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan di Jawa Tengah Tahun 2014, menjawab isu-isu dan permasalahan aktual pembangunan peternakan dan kesehatan hewan dalam 5 tahun ke depan, serta mendukung pencapian kontrak kinerja pembangunan peternakan tahun 2014 dan memantapkan komitmen dalam pencapaian swasembada daging sapi/kerbau tahun 2014.
 
Pada kesempatan pembukaan rakortek ini dilakukan penandatanganan kontrak kinerja pencapaian Swasembada Daging Sapi/Kerbau tahun 2014 oleh Kepala Dinas yang membidangi fungsi peternakan Kab./kota dan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah yang di saksikan oleh Gubernur. Kontrak kinerja ini merupakan tindak lanjut dari kontrak kinerja antara Kepala Dinas Provinsi dengan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, untuk tahun 2014 ini Jawa Tengah ditarget pencapaian populasi sapi/kerbau 1.704.058 ekor dan produksi daging 52.638 ton. Selanjutnya rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan pelantikan pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Ikatan Inseminator Indonesia (INKINNDO) Jawa Tengah oleh Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) INKINNDO Imam Bonari, SPt. Inseminator di Jawa Tengah sendiri saat ini sejumlah 762 oranf yang terdiri dari Inseminator PNS 366 orang dan non PNS 396 orang.
 
Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo dalam sambutan pembukaan rakortek menekankan pentingnya pencapaian target kinerja tersebut dengan dukungan INKINNDO sebagai ujung tombak peningkatan populasi ternak melalui kegiatan Inseminasi Buatan di lapangan.  Perlu adanya hitungan dengan presisi yang terukur jumlah inseminator yang ada dengan target kelahiran untuk mencapai target kinerja populasi tahun 2014. Gubernur juga menyarankan adanya kartu KTP bagi ternak, hal ini penting untuk memudahkan dalam rekording atau pencatatan ternak. Gagasan Gubernur lainnya adalah konsep mengenai Rumah Pintar Petani, sesuai tema rakortek ini "Mewujudkan Peternakan Jawa Tengah menuju Zero Farming System melalui Integrasi Kawasan Berbasis Sumber Daya Lokal" kedepanya akan dibuat semacam percontohan atau pilot project integrasi sub sektor peternakan dengan sub sektor pertanian lainnya sehingga limbah yang dihasilkan dapat saling dimanfaatkan, Limbah peternakan dapat dimanfaatkan untuk pupuk organik pertanian, dan limbah pertanian dapat dimanfaatkan untuk bahan pakan ternak. (admin) 
 

Baca Juga


INFORMASI

Video
Foto Galery