Informasi

PENYEMBELIHAN HEWAN QURBAN YANG HALAL DAN BAIK

Dwi Retno | Rabu, 30 Agustus 2017 - 13:57:54 WIB | dibaca: 75 pembaca

Hari Raya Idul Adha atau biasa disebut hari Kurban merupakan hari raya umat islam yang  identik dengan penyembelihan hewan kurban, hewan yang digunakan sebagai hewan kurban pada umumnya adalah Sapi, Kerbau, Kambing dan Domba.  

Dalam rangkaian kegiatan penyembelihan hewan qurban, penyembelihan banyak dilakukan diluar  Rumah Potong Hewan ( RPH), haruslah tetap mempertimbangkan  bahwa dagingnya akan dikonsumsi oleh masyarakat luas sehingga diperlukan jaminan kehalalan dan keamanannya.

Oleh karena itu, semua pihak yang terlibat dalam kegiatan penyembelihan hewan Qurban perlu memahami prinsip persyaratan teknis kesehatan hewan, hygiene sanitasi, kesejahteraan hewan dan  kehalalan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penyembelihan hewan Qurban antara lain :

 

1.  Seleksi dan Persyaratan Hewan Qurban :

a. Berdasarkan pemeriksaan ante-mortem (sebelum disembelih) dinyatakan sehat yaitu : bulu bersih dan tidak kusam, lincah, nafsu makan baik, suhu tubuh normal, lubang kumlah ( mulut, mata, hidung, telinga dan anus) bersih dan normal.

b. Tidak cacat, misalnya pincang, buta, telinga rusak dll

c. Cukup Umur :

· Kambing/ domba : berumur diatas 1 (satu ) tahun ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap.

· Sapi/kerbau: berumur diatas 2 ( dua) tahun ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap

d. Tidak kurus

e. Jantan

· Tidak di kastrasi/ dikebiri

· Testis/ buah zakar masih lengkap ( 2 buah) dan bentuk serta letaknya simetris.

 

2.  Persyaratan Petugas Penyembelih

a. Laki-laki muslim dewasa

b. Sehat jasmani dan rohani   

c. Memiliki pengetahuan dan ketrampilan teknis dalam penyembelihan halal yang baik dan benar

 

3. Persyaratan Peralatan

Pisau atau golok yang digunakan harus tajam, sehingga menjamin dapat memutus pembuluh darah, tenggorokan dan saluran makanan, serta senantiasa terjaga kebersihannya dan tidak berkarat.

 

4. Persyaratan sarana  

a. Kandang penampungan sementara yang bersih, kering dan mampu melindungi hewan dari panas matahari dan hujan

b. Tempat penyembelihan yang kering dan terpisah dari sarana umum serta tempat penjualan makanan dan minuman

c. Lubang penampungan darah berukuran 0,5 x 0,5 x 0,5 m untuk setiap 10 ekor kambing atau 0,5 x 0,5 x 1 m untuk setiap 10 ekor sapi

d. Tersedia air bersih yang mencukupi untuk mencuci peralatan dan jeroan selama proses penyembelihan berlangsung

e. Tempat khusus untuk pengnangan daging yang harus terpisah dari penangan jeroan, yang senantiasa terjaga kebersihannya.

 

5. Perlakuan Hewan Sebelum Disembelih

a. Pemeriksaan ante-mortem oleh petugas yang berwenang

b. Harus diperlakukan secara wajar dengan memperhatikan azaz kesejahteraan hewan agar tidak stress dan daging yang dihasilkan berkualitas baik

c. Diistirahatkan sekurang-kurangnya 12 ( dua belas ) jam sebelum disembelih

d. Diberi pakan dan minum yang cukup

e. Cara menjatuhkan/ merebahkan hewan harus hati-hati dihindarkan cara paksa atau perlakuan kasar yang menyebabkan rasa takut berlebihan atau kesakitan pada hewan serta resiko kecelakaan pada petugas penyembelih.

  

6. Tata cara Penyembelihan halal

Penyembelihan dilakukan dengan tata cara agama islam sesuai dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia, persyaratan teknis hiegene dan sanitasi antara lain ;

a. Hewan dirobohkan dengan kepala menghadap kiblat

b. Membaca basmallah

c. Hewan disembelih dengan sekali gerakan tanpa mengangkat pisau dari leher pada saat memotong 3 ( tiga ) saluran sekaligus yaitu :

· Saluran makanan ( mar’i )

· Pembuluh darah (wadajain)

· Memutus saluran nafas (hulqum)

d. Proses selanjutnya dilakukan setelah hewan benar-benar mati sempurna

e. Penanganan hewan setelah disembelih sebaiknya dilakukan dengan posisi digantung pada kaki belakangnya agar pengeluaran darah berlangsung sempurna, kontaminasi silang dapat dicegah dan penanganan lebih mudah.

f. Ikat saluran makanan ( oesophgus) dan anus agar isi lambung dan usus tidak mencemari daging

g. Lakukan pengulitan secara hati-hati dan bertahap, diawali dengan membuat sayatan pada bagian tengah sepanjang kulit dada dan perut, dilanjutkan dengan sayatan pada bagian media kaki.

h. Pisahkan jerohan merah ( hati, jantung, paru-paru, limpa, ginjal, lidah ) dan jerohan hijau ( lambung, usus, esophagus dan lemak)

i. Pemeriksaan post-mortem

j. Pindahkan karkas ke tempat khusus untuk penanganan lebih lanjut

 

7. Pemeriksaan Post Mortem

Pemeriksaan post-mortem adalah pemeriksaan kesehatan karkas dan organ tertentu ( jeroan) setelah penyembelihan yang bertujuan untuk memutuskan apakah daging aman dan layak dikonsumsi. Dilakukan oleh dokter hewan atau juru uji daging atau petugas teknis yang telah mendapatkan pelatihan tentang meat inspector dibawah supervise dokter hewan.

 

8. Penanganan daging qurban yang higienis

a. Jeroan dan daging dikemas terpisah menggunakan plastic khusus pembungkus makanan

b. Hindari kontaminasi dan tangan manusia yang kotor, lalat atau serangga, peralatan yang kotor ( pisau, talenan, alas meja dll), air yang kotor dan lantai/ alas tanah yang kotor dengan daging kurban

c. Petugas yang menangani daging harus selalu menjaga kebersihan diri ( memakai pakaian yang bersih, mencuci tangan setiap kali menyentuh/ memegang benda/bahan yang kotor dan terutama setelah dari toilet.

d. Segera distribusikan daging qurban, penyimpanan tanpa pedingin tidak boleh lebih dari 4 jam.

 

Ungaran,  29 Agustus 2017

Bidang Veteriner

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Provinsi Jawa Tengah

 

Berikut ini beberapa tautan cara menyembelih hewan qurban dengan baik dan benar:

1. Cara menyembelih qurban sapi

https://www.youtube.com/watch?v=0UaFBVEwIMU

 

2. Cara menyembelih qurban kambing/domba

https://www.youtube.com/watch?v=HG9GyTUTUow   

 

3. Penerapan kesejahteraan hewan qurban

https://disnakkeswan.jatengprov.go.id/files/Penerapan_Kesejahteraan_Hewan_Qurban.pdf  










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)