STRATEGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS SAPI PERAH MELALUI PERBAIKAN MUTU GENETIK PEJANTAN

STRATEGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS SAPI PERAH MELALUI PERBAIKAN MUTU GENETIK PEJANTAN

Administrator, Selasa, - 16:38:48 WIB

SEMARANG - Universitas Diponegoro (UNDIP) semarang baru-baru ini menyelenggarakan pengukuhan guru besar dalam ilmu pemuliaan ternak yaitu Prof. Dr. Ir. Edy Kurnianto, MS MAgr. Prosesi pengukuhan berlangsung di gedung Prof Soedharto UNDIP Tembalang pada hari Selasa 10 Desember 2013 oleh Rektor UNDIP Prof. Sudharto P. Hadi, MES, Ph.D. Prof Edy menyampaikan pidato pengukuhannya tentang strategi peningkatan produktivitas sapi perah melalui perbaikan mutu genetik pejantan.

Menurutnya, produktivitas ternak dipengaruhi oleh 3 faktor utama, yaitu breeding (pemuliaan), feeding (pakan) dan management (manajemen). "Pada sisi breeding, peningkatan mutu genetik ternak merupakan kata kunci peningkatan produktivitas," katanya.

Produksi susu pada sapi perah merupakan sifat kuantitatif yang dipengaruhi oleh efek genetik langsung dan lingkungan. Efek genetik langsung merupakan kemampuan individu sejak lahir, sementara faktor lingkungan dibedakan jadi dua yaitu lingkungan sebelum anak lahir yang berupa kondisi uterus dan nutrisi semasa induk bunting dan lingkungan setelah anak lahir yang lebih banyak berupa pengaruh air susu sampai saat anak disapih.

Untuk memperoleh produksi susu yang optimal, maka mutu genetik ternak harus baik yang di dukung oleh kondisi lingkungan yang baik juga. Perbaikan mutu genetik dapat dilakukan melalui dua cara yaitu dengan sistem perkawinan dan seleksi. Sistem perkawinan dibedakan jadi 2 yaitu perkawinan antar ternak yang masih mempunyai hubungan kekerabatan (closebreeding) dan perkawinan antar ternak yang tidak mempunyai hubungan kekerabatan (outbreeding). Sementara seleksi ternak adalah upaya memilih ternak-ternak yang dianggap baik untuk terus dipelihara sebagai tetua bagi generasi yang akan datang dan mengeluarkan ternak-ternak yang dianggap kurang baik. 

Sebelum pejantan ditetapkan sebagai pejantan unggul serangkaian tahap harus dilakukan, yaitu

Recording

Recording atau pencatatan penting untuk dilakukan, informasi penting yang harus dicatat adalah : 1) Identifikasi ternak berdasarkan nams atau nomor kode; 2) Silsilah ternak, 3) Tanggal perkawinan, tanggal kelahiran, tanggal beranak, dan tanggal pengeringan, 4) Produksi Susu, 5) Keadaan Reproduksi dan Penyakit dan 6) Kebutuhan Pakan. Pencatatan mengenai hal - hal tersebut hendaknya sederhana, lengkap, teliti, mudah dimengerti, dan memerlukan waktu singkat pada waktu pencatatannya. 

Pendugaan Produksi Susu

Catatan produksi susu yang diperoleh secara berkala dapat digunakan untuk menduga produksi susu sebenarnya dalam satu periode laktasi. Catatan awal pada masa laktasi dikenal sebagai Part Lactation  dapat digunakan untuk menduga produksi satu masa laktasi. Keuntungan penggunaan part lactation record adalah pengambilan keputusan yang cepat tentang pengeluaran ternak manakala individu yang bersangkutan tidak menunjukkan lagi produktivitas yang tinggi. 

Standarisasi Produksi Susu

Untuk memilih sapi-sapi unggul, yaitu sapi-sapi yang mempunyai potensi tinggi dalam menghasilkan susu, maka produksi susu harus distandarisasi (dibakukan) terlebih dulu dengan faktor koreksi tertentu. Tujuan pembakuan adalah untuk mengeliminasi atau meminimumkan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi susu. Beberapa faktor yang sering dipertimbangkan adlah lama laktasi, frekuensi pemerahan, umur induk saat beranak, dan musim pada waktu beranak

Pendugaan Keunggulan Genetik Pejantan

Mengingat produksi susu tidak dapat diukur pada seekor pejantan, maka seleksi keunggulan seekor pejantan dilakukan dengan membandingkan  penampilan produksi susu anak-anak betinanya dengan anak-anak betina dari pejantan lain yang berproduksi pada tempat dan waktu yang sama. Seleksi pejantan berdasarkan penampilan keturunan ini disebut uji keturunan atau Uji Zuriat atau Progeny Test. Uji keturunan dapat memberikan pendugaan nilai pemuliaan pejantan meskipun diperlukan waktu yang lama dan biaya mahal guna memberikan hasil yang memuaskan. Dengan meluasnya IB, maka uji keturunan menjadi lebih bernilai setelah semen pejantan unggul dapat digunakan secara luas dalam waktu yang bersamaan. 

Seleksi Pejantan

Setelah semua calon pejantan diuji tingkat keunggulannya maka dilakukan pengurutan berdasarkan Nilai Pemuliaan. Tingkat keketatan dalam seleksi menentukan kemajuan genetik. Makin ketat seleksi (intensitas seleksi makin tinggi) maka kemajuan genetik makin  besar, pada akhirnya produktivitas sapi perah makin tinggi. 

Satu rangkaian kegiatan seleksi pejantan sapi perah harus dilakukan secara berurutan, yaitu 1) pencatatan, utamanya silsilah dan produksi susu, 2) pendugaan produksi susu berkala dalam rangka efesiensi waktu, tenaga dan biaya, 3) standarisasi produksi susu, 4) Pendugaan nilai pemulaan sebagai gambaran tingkat keunggulan, 5) Seleksi berdasarkan peringkat nilai pemuliaan.

Demikian diantaranya poin-poin penting orasi ilmiah Prof Edy yang tentunya sangat berguna dalam mendukung kemajuan peternakan di Jawa Tengah (admin)

 

 

 


 

 


Baca Juga


INFORMASI

Video
Foto Galery