Budidaya Ternak

Administrator | Selasa, 04 Maret 2014 - 11:47:11 WIB | dibaca: 4147 pembaca

BUDIDAYA SAPI POTONG
 
 
Seperti kita ketahui bahwa kebutuhan akan protein hewani setiap tahun meningkat. Hal ini harus diimbangi dengan peningkatan produksi protein hewani, baik berupa daging, telur maupun susu. Pemeliharaan sapi potong jantan atau lebih dikenal dengan nama "kereman" merupakan salah satu cara meningkatkan produksi protein hewani berupa daging.

JENIS TERNAK

Jenis ternak sapi yang dipilih yang memiliki kemampuan penambahan bobot badan harian tinggi, misalnya Limousine, Simental, PFH Jantan maupun Peranakan Onggole.

KANDANG

Kandang yang banyak diguanakan oleh peternak kita adalah type konvensional. Berdasarkan konstruksinya bentuk kandang kelompok type ini terbagi atas :
  • Type satu baris, yaitu sapi ditempatkan dalam posisi satu baris.
  • Type dua baris, yaitu sapi ditempatkan dalam dua baris dengan posisi saling berhadapan (head to head) atau saling membelakangi (tail to tail) dan diantara dua baris posisi tersebut ditempatkan jalur jalan
Dengan bentuk kandang daiatas, kebutuhan luas ruang yang dibutuhkan setiap ekor sapi dewasa minimal 1,6 m x 1,30 m.

PAKAN

Agar produksi dagingnya baik, memenuhi harapan yang diinginkan, pakan yang diberikan pada ternak harus cukup dan seimbang, baik dalam hal volumenya maupun kandungan nutrisinya.
Pakan yang diberikan terdiri atas :
  • Hijauan minimal 10 % dari bobot badan,
  • Konsentrat antara 1-2 % dari bobot badan,
  • Suplemen (vitamin, mineral, calsium) secukupnya/sesuai kebutuhan,
  • Air minum tidak dibatasi (ad libitum).
Pemberian pakan diatas diharapkan dapat dicapai pertambahan bobot badan (PBB) harian minimal 0,5 kg (PO) dan 0,7 kg (Simental, Limousine, PFH) dengan pakan diberikan dua kali sehari, yaitu pagi dan sore hari.

PENGENDALIAN PENYAKIT

Pencegahan timbulnya penyakit pada ternak potong jantan merupakan hal yang penting dalam pengendalian penyakit. Kegiatan yang dilakukan adalah : sanitasi kandang/lingkungan, pengaturan ventilasi cahaya dan sirkulasi udara, kecukupan pakan dan pemberian anti ektoparasit/endoparasit pada ternak.
Penyakit yang sering menyerang ternak kereman adalah :

  • Penyakit kulit.
Cara mencegah/mengatasinya, sapi harus dalam kondisi bersih (mandikan secara rutin, sanitasi kandang), semprot dengan Gusanex (luka infeksi), mandikan dengan larutan belerang atau obati dengan bahan vermentin (ivomec, bernomec,dll).

  • Penyakit Kembung
Cara mencegah dan mengatasinya tidak diberi HMT muda, HMT dilayukan terlebih dahulu, lakukan exercise secara periodik (waktu tidak terlalu pagi), diberi minum larutan anti kembung antara lain : gula merah, jahe, kopi bubuk, minyak goreng (cara tradisional) atau dengan antibloat.

  • Cacing
Mencegah dan mengatasinya dengan menjaga kebersihan kandang, membersihkan dan mengumpulkan feses, kotoran ternak pada tempat tertentu setiap hari, beri tambahan daun pepaya secara rutin, beri anti cacing pada awal pemeliharaan dan setiap 1-3 bulan.

INFORMASI LAINNYA
Info Pemsaran Hubungi Satker Pembibitan Sapi Kereman di Maron Kabupaten Temanggung dan Satker Sumberejo Kabupaten Kendal atau melalui Balai Pembibitan dan Budidaya Ternak Ruminansia, Jl.MT.Haryono No.62 Ungaran, Telp.024.6923095.