Visi dan Misi

Administrator | Rabu, 19 Juli 2017 - 13:15:14 WIB | dibaca: 99 pembaca

VISI

  Merujuk Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004, Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan.  Visi adalah gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan oleh Instansi pemerintah.  Mengacu kepada kondisi yang diharapkan tersebut, maka dirumuskan visi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah:

 

Menjadi Dinas Yang Profesional Dalam Mewujudkan Kemandirian Peternakan Jawa Tengah”

 

Makna yang terkandung dalam Visi tersebut dijabarkan sebagai berikut:

  1.  Menjadi Dinas Yang Profesional.

          Profesional dimaknai yaitu: mampu bekerja sesuai kompetensinya, memiliki sikap mental dalam bentuk komitmen dari seluruh jajaran dinas, meningkatkan kualitas keahliannya dalam melakukan pelayanan serta melaksanakan tugas pokok dan fungsi untuk  mewujudkan sasaran pembangunan peternakan, yang telah ditetapkan, dengan dilandasi semangat gerakan moral “Mboten Korupsi Mboten Ngapusi”.

  2.  Kemandirian Peternakan Jawa Tengah.

         Merupakan suatu kondisi dimana terjaminnya ketersediaan Pangan Asal Hewan (PAH) yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) yang mencakup kecukupan dan stabilitas ketersediaan pangan hewani serta keamanan pangan yang dicapai melalui pengembangan peternakan berbasis peternakan rakyat dengan mengoptimalkan sumber daya lokal yang ditunjang dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten secara teknis dan manajemen.


 

  MISI

  Dalam usaha mewujudkan Visi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, maka ditetapkan Misi yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu. 

  Rumusan Misi sebagai upaya untuk mewujudkan Visi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah yaitu:

 1.Meningkatkan manajemen pelayanan peternakan dan kesehatan hewan. 

2.Meningkatkan kompetensi sumber daya aparatur peternakan dan kesehatan hewan. 

3.Meningkatkan produksi dan produktivitas ternak berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan.

4. Mengembangkan agribisnis peternakan yang berdaya saing.

 

    PROGRAM

  Program pembangunan Peternakan dan Kesehatan Hewan yang merupakan bagian integral pembangunan pertanian pada hakekatnya merupakan rangkaian upaya untuk memfasilitasi, melayani dan mendorong berkembangnya usaha-usaha peternakan. sehingga memiliki nilai tambah, daya saing dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat peternakan. Program utama pembangunan Peternakan Jawa Tengah untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan yaitu:

 

1.    Pengembangan Agribisnis.

Program penunjang Pembangunan PeternakanJawa Tengah adalah:

 

1.  Program Pelayanan Administrasi Perkantoran.

2.  Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur.

3.  Program Peningkatan Displin Aparatur.

4.  Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur.

5.  Program Pendidikan Non Formal dan Informal.

6. Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan         Perempuan dan Anak.

 

  KEBIJAKAN

        Kebijakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah diarahkan pada upaya perbaikan secara terus menerus pada semua kegiatan, melalui keterlibatan semua aparatur untuk meningkatkan kepuasan/citra layanan pada masyarakat peternakan Jawa Tengah. Kebijakan yang ditempuh yakni:

 

1. Pengelolaan sistem informasi sesuai dengan kebutuhan dinas;

2. Pelaksanaan koordinasi/fasilitasi/pembinaan yang berkualitas;

3. Penyusunan dan penerapan SOP sesuai dengan tugas pokok     dan fungsi

4. Penambahan dan perbaikan sarana dan prasarana secara           bertahap;

5. Peningkatan Kapasitas SDM

6. Prioritas pengembangan diarahkan untuk perbaikan mutu bibit, pengembangan pakan ternak yang murah dan berkualitas, alsin peternakan, peningkatan pelayanan keswan, pengawasan, dan pengujian kualitas produk asal hewan;

7. Fasilitas pembeayaan diarahkan untuk peningkatan skala usaha dan pemberdayaan kelompok ternak

8. Fasilitasi sistem informasi dan teknologi untuk mengembangkan jaringan pemasaran dan informasi pasar;

9.Penyelenggaraan Pelatihan/Pembinaan/Bimtek/ Magang diarahkan pada good breeding practice, good farming practice, good handling practice, good manufacturing practice, dan pengembangan jiwa kewirausahaan;