Ungaran - Balai Veteriner Semarang melaksanakan aksi perubahan peningkatan kualitas pelayanan publik melalui optimalisasi data layanan pada balai veteriner semarang yang diberi nama VET-SAFE (Veterinary Safety Management Information System), sejak dilaunching beberapa saat lalu pada Rapat Koordinasi Pejabat Otoritas Veteriner (POV) Kabupaten/Kota dan Evaluasi PMK di Jawa Tengah Tahun 2025, saat ini telah menunjukkan kinerja yang dapat dijadikan sebagai sumber informasi terkait kebutuhan data layanan kesehatan hewan dan keamanan pangan di wilayah kerja Balai Veteriner Semarang. Berdasarkan informasi data layanan VET-SAFE, Balai Veteriner Semarang menunjukkan kinerja impresif sepanjang tahun 2025 (data Januari s.d 11 Desember), dengan total puluhan ribu pengujian laboratorium dan ribuan layanan klinis untuk menjaga kesehatan hewan dan keamanan produk hewan di wilayah Jawa Tengah.
Dominasi Pengujian Pullorum di Laboratorium Kesehatan Hewan
Laboratorium Kesehatan Hewan (Keswan) Semarang menjadi tulang punggung dalam diagnosis penyakit ternak. Hingga November 2025, laboratorium ini telah melaksanakan 25.163 pengujian.
Pengujian penyakit Pullorum mendominasi layanan, mencapai 16.739 pengujian atau 66,52% dari total beban kerja. Dari seluruh pengujian Keswan, mayoritas hasil menunjukkan status negatif (82,27%), menandakan tingkat kesehatan hewan yang relatif terjaga di sampel yang diperiksa. Jenis pengujian lain yang signifikan termasuk HA/HI AI, RBT (uji bruselosis), dan Histopatologi.
Keamanan Pangan Terjamin Melalui Lab Kesmavet Pati
Di sisi keamanan pangan asal hewan, Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Pati melakukan 3.672 pengujian terhadap berbagai sampel produk pangan. Fokus utama pengujian meliputi aspek mikrobiologi (seperti Salmonella spp. dan E. coli), zat pengawet (formalin dan boraks), hingga residu antibiotika dan logam berat.
Pengujian Salmonella spp. menjadi yang terbanyak dilakukan yaitu 411 pengujian. Hasil keseluruhan menunjukkan tingkat keamanan pangan yang tinggi, dengan 1.591 sampel dinyatakan "Baik" dan mayoritas hasil pengujian negatif terhadap kontaminan berbahaya.
Layanan Klinik dan Pengobatan Aktif Meningkat
Balai Veteriner Semarang juga aktif memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat dan peternak melalui klinik hewan dan kegiatan pengobatan aktif di 14 kabupaten/kota wilayah kerja Balai Veteriner Semarang.
Klinik Hewan Semarang, Pemalang, dan Bawen melayani 4.424 ekor hewan (ternak dan kesayangan) dengan total 4.746 layanan. Pemeriksaan dan pengobatan rutin menjadi layanan paling banyak diakses yaitu 3.654 layanan, diikuti oleh berbagai jenis vaksinasi dan operasi minor, termasuk sterilisasi.
Selain itu, petugas medik dan paramedik balai melakukan kunjungan lapangan, memberikan pengobatan preventif dan kuratif untuk 10.550 unggas, 765 sapi, serta kuda dan domba di berbagai lokasi.
Pengawasan Lalu Lintas Ternak
Pos Lalu Lintas Ternak di perbatasan Jawa Tengah – Jawa Barat dan Jawa Tengah- Jawa Timur menjalankan peran krusial dalam mencegah penyebaran penyakit antarprovinsi. Hingga Desember 2025, tercatat pergerakan jutaan ekor ternak, didominasi oleh Day Old Chick (DOC) atau anak ayam.
Total populasi keluar mencapai 3,4 juta ekor, sementara yang masuk mencapai 5 juta ekor. Pengawasan ini juga mencakup pemeriksaan 1.826 kendaraan pengangkut ternak, memastikan kelengkapan dokumen persyaratan lalu lintas ternak (SKKH, SPT) untuk menjamin ternak yang diperdagangkan sehat dan legal.
Secara keseluruhan, laporan ini menunjukkan komitmen Balai Veteriner Semarang dalam menjaga kesehatan populasi hewan dan menjamin keamanan produk hewan yang beredar di masyarakat.
“Data Veteriner Handal, Kesehatan Hewan Optimal, Ketersediaan PAH Ideal”
Lihat data lengkapnya @https://sibavet.disnakkeswan.jatengprov.go.id
