Bahan pangan asal hewan merupakan salah satu sumber protein yang bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan dan pertumbuhan bagi anak-anak. Fakta aktual yang masih sering kita jumpai adalah masih beredarnya daging gelonggongan di pasar.

Daging gelonggongan adalah daging yang di dapat dari hewan yang sebelum dipotong terlebih dahulu ternak diberi minum air secara berlebihan. Bahkan, tak jarang ternak bersangkutan pingsan karena berlebihan minum, baru setelah itu ternak dipotong. Tujuan dari pemberian minum berlebih itu untuk mendapatkan timbangan lebih berat sehingga harga jual yang diperoleh secara curang ini lebih mahal.

Daging hasil gelonggongan ini mempunyai ciri warnanya pucat, terlihat basah karena terdapat relatif banyak cairan pada permukaan daging yang berasal dari daging yang berwarna kemerahan. Jika diletakkan diatas permukaan maka akan ditemukan cairan berwarna kemerahan di sekitar daging. Daging tidak digantung, harga lebih murah dan berat daging akan menyusut. Untuk membedakan antara daging glonggongan dengan kering dapat dilakukan dengan menempelkan tissue pada daging tersebut, bila tissue tersebut basah, maka daging tersebut adalah daging glonggongan.


Daging gelonggongan merupakan daging yang kurang sehat dan proses penggelonggongannya telah melanggar undang-undang no. 41 tahun 2014 pasal 91 B jo pasal 66 A ayat 1, tentang penganiayaan dan / atau menyalahgunakan hewan yang mengakibatkan cacat dan / atau tidak produktif serta berdasarkan  keputusan fatwa MUI Provinsi Jawa Tengah No. 03 / MUSDA VII / MUI – Jateng / II / 2006  menyatakan bahwa melakukan gelonggongan terhadap hewan yang akan disembelih karena menyiksa binatang hukumnya haram.


Selain diperlukan tindakan tegas terhadap pelaku yang memproduksi dan menjual daging gelonggongan, salah satu upaya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah  adalah melakukan KIE (Komunikasi, Edukasi dan Informasi) tentang Pangan asal Hewan Yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal), kepada ibu-ibu PKK, Dharma Wanita ataupun Organisasi sosial wanita lainnya.

KIE telah dilaksanakan di Kota Tegal, Kota Surakarta dan Soropadan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terutama ibu-ibu, untuk mengenal produk pangan asal hewan yang ASUH, sehingga diharapkan  ibu-ibu dengan bijak dapat memilih produk pangan asal hewan yang berkualitas, dan secara tidak langsung dapat  mencegah beredarnya daging gelonggongan.