GELIAT PENGEMBANGAN RUMPUT GAJAH MINI

(Pennisetum purpureum cv. Mott) DI PROVINSI JAWA TENGAH

 

Pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani harus didukung oleh ketersediaan pakan. Salah satu upaya dalam meningkatkan produktivitas ternak rumiansia adalah dengan penyediakan hijauan pakan berkualitas dalam kuantitas dan kualitas yang cukup sepanjang tahun. Menurut data statistik peternakan Provinsi Jawa Tengah tahun 2017  menunjukan pada tahun 2016 dengan luas panen 133.718 Ha diperoleh produksi rumput unggul sebanyak 1.271.868 ton/ tahun.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah melalui Direktorat Pakan pada tahun 2017 mendapatkan Kegiatan Penanaman dan Pengembangan Hijauan Pakan Ternak.  Alokasi dari kegiatan tersebut antara lain adalah bibit rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) sebanyak 5.621.000 stek setara dengan luasan lahan sebesar 843 Ha di 27 Kabupaten/ Kota, dengan jumlah kelompok sebanyak 276 kelompok. Kegiatan ini untuk mendukung Program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) 2017 yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian sebagai upaya untuk mewujudkan kemandirian pangan asal hewan dan peningkatan kesejahteraan peternak. UPSUS SIWAB merupakan kegiatan yang terintegrasi melalui sistem managemen reproduksi yang terdapat beberapa aspek yang harus diterapkan didalamnya termasuk pemenuhan hijauan pakan ternak (HPT) berkualitas. Pemenuhan hijauan pakan ternak yang berkualitas merupakan salah satu upaya perlakuan yang ditujukan untuk perbaikan sistem reproduksi ternak yang mengalami gangguan reproduksi akibat kekurangan nutrisi.

Dari kegiatan pengembangan hijauan pakan ternak tersebut secara positif menaikkan jumlah produksi rumput unggul menjadi 7.999.503 ton/ tahun dari luas panen 131.881 Ha (Data Statistik Peternakan Provinsi Jawa Tengah, 2018). Produksi rumput unggul secara signifikan meningkat 143.263 ton/ tahun dengan luas panen yang berkurang 1.837 Ha dari tahun sebelumnya.

 

Pengembangan rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) merupakan salah satu aternatif dalam penyediaan hijauan pakan karena rumput ini merupakan jenis rumput unggul. Rumput gajah mini cocok diolah menjadi silase pada saat produksi hijauan melimpah sehingga dapat memperpanjang masa simpannya, selain itu rumput ini memiliki produksi tinggi disertai rasio daun batang yang tinggi. Rumput gajah mini memiliki beberapa keunggulan yaitu pertumbuhan cepat, berbulu halus, daun lembut, batang lunak, disukai ternak dan regrowth (pertumbuhan kembali) yang cepat. Keunggulan lainnya adalah kandungan protein 10-15% dan kandungan serat kasar yang rendah. Berikut ini tabel komposisi nutrien beberapa jenis rumput unggul.

Tabel 1. Komposisi Nutrien Beberapa Jenis Rumput

Nutrien

Jenis Rumput

B. ruziziensis (Ruzi)

B. decumbens (Bede)

P. notatum

R. Gajah Mini

R. Gajah

Bahan Kering (%)

17,24

12,29

12,08

13,55

16,16

Protein Kasar (%)

8,37

7,69

11,19

13,94

9,79

NDF (%)

63,98

63,50

73,88

54,02

70,90

ADF (%)

37,92

40,62

44,11

34,02

38,80

Produksi BK (ton/ha/tahun)

24,00

40,75

35,60

43,58

51,40

Sumber : Sirait (2017)

Potensi rumput gajah mini tersebut memberikan peluang usaha kepada sebagian kelompok. Potensi bisnis rumput gajah mini sangat menguntungkan dan menjanjikan. Dibeberapa kelompok telah mengeluti bisnis rumput gajah mini sebab rumput ini banyak dicari dan disukai oleh ternak ruminansia dengan segala keunggulannya. Jenis rumput ini juga cocok diberikan sebagai pakan ruminasia dalam bentuk segar, silase maupun hay. Dengan demikian diharapkan hijauan pakan dapat tersedia secara berkesinambungan untuk memenuhi kebutuhan ternak dan meningkatkan produktivitas.

 

Tautan

1. unduh foto rumput gajah mini

2. unduh video rumput gajah mini

 ……………………………………………….. ...………………………………………………….

*) Penulis : 

Niputu Widiari I. A.

Wastukan Ahli Pertama

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah