Banjarnegara, Oktober 2019 - Kemarau panjang membuat para petani merindukan turunnya air hujan atau adanya mata air yang bisa dialirkan ke desa dan persawahan. Desa Gumelem berada di posisi utara bukit sedang mata air berada di selatan.

 

Tak pelak sumber penghidupan itu menjadi perebutan. Warga Gumelem tidak berhasil memperoleh aliran air dimaksud.  Lantas apa yang dilakukan. Mereka mohon kepada Allah swt diiring tembang sholawat disertai perangkat gamelan jawa.  Legenda itu diperagakan dalam Festival Ujungan yang digelar di tengah sawah tadah hujan yang sedang bera. Panggung terbuka berlatar belakang bukit menghijau. Penabuh gamelan dilakukan oleh para remaja sedang penarinya anak-anak SD.

 

Tak kurang dari 2.000 pengunjung acara dihadiri oleh Asisten ll, Kadistankan Banjarnegara, Komisi ll DPRD Kabupaten Banjarnegara lengkap, Camat Susukan serta Kadisnakeswan Provinsi  Jawa Tengah diwakili Kabid PSP. Acara ini akan berlangsung dari tanggal 4 sd 6 Oktober 2019 dibarengi dengan pameran dan bursa produk setempat. Puncak acara akan dihadiri Bapak Wagub Jawa Tengah.

 

Tradisi Ujungan yang dimaksudkan untuk minta hujan kali ini diiringi dengan Pasar Murah dari Disnakeswan Provinsi Jawa Tengah, masing-masing 400 paket untuk desa Gumelem Kulon dan Gumelem Wetan. Stand pasar murah berada di kiri kanan panggung. Setiap paket berisi hasil ternak berupa daging ayam telur dan beras yang bertujuan meningkatkan gizi dan sosialisasi konsumsi protein hewani. Testimoni penerima paket kegiatan ini sangat manfaat.

 

 

#harjuli_psp/ed. ats