Bahan pakan adalah bahan hasil pertanian, perikanan, peternakan, atau bahan lainnya yang layak dipergunakan sebagai pakan, baik yang telah diolah maupun yang belum diolah.  Saat ini banyak sekali jenis bahan pakan beredar di pasaran yang dipakai sebagai penyusun formulasi pakan.  Pakan menjadi faktor strategis dalam usaha peternakan dan sangat berpengaruh terhadap produksi dan produktifitas ternak, serta akan mempengaruhi kualitas hasil ternak seperti daging, telur dan susu.  Oleh karena itu, bahan pakan dan pakan yang beredar perlu dilakukan pengawasan agar konsumen pakan terlindungi dari kualitas yang tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) maupun Persyaratan Teknis Minimal (PTM).

Kontrol kualitas dimulai dari pengadaan bahan (penerimaan dan penyimpanan), proses produksi sampai pakan akan diberikan pada ternak.  Kontrol kualitas bahan pakan bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi dan anti nutrisi yang terkandung di dalam bahan pakan, sehingga nilai nutrisi yang diharapkan dari pakan sebagai produk akhir diperoleh dengan tepat.  Kontrol kualitas sebagai cara untuk mencegah penggunaan bahan pakan yang tidak sesuai spesifikasi (tidak diharapkan) dalam proses produksi pakan.  Penurunan kualitas bahan pakan dapat terjadi karena penanganan, pengolahan, packaging/pengemasan, penyimpanan dan transportasi yang tidak benar.

Pemeriksaan kualitas bahan pakan dapat didilakukan secara uji fisik (organoleptik) dan uji kimiawi (uji laboratorium) secara periodik oleh produsen pakan dan peternak sebagai bentuk kontrol.  Uji fisik (organoleptik) terhadap kondisi fisik bahan pakan bersifat kualitatif karena tidak bisa menunjukkan kadar atau nilai tertentu.  Uji Organoleptik dapat digunakan sebagai penentu awal kualitas suatu bahan pakan.  Bersifat subjektif dan sangat tergantung dengan pengalaman dan kepekaan seseorang. Parameter uji organoleptik meliputi warna, bau, ada/tidaknya (kutu, benda asing), jumlah biji pecah/biji jamur/biji mati (jagung).  Misal bekatul yang jika diraba/ digosok dengan kedua telapak tangan terlalu kasar, maka bisa disimpulkan bahwa kandungan serat kasarnya tinggi (banyak sekamnya). Perubahan kondisi fisik bahan pakan juga dapat sebagai indikasi awal adanya perubahan kandungan nutrisi (tengik, berjamur, berkutu).

Uji kimiawi yang dilakukan di laboratorium pengujian pakan sebagai kontrol kualitas bahan pakan/pakan. Memiliki tujuan yang lebih mendalam untuk mengetahui kandungan kadar air, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, abu, energi metabolis, asam amino, vitamin, mineral, dll.  Peternak dan produsen pakan menggunakan Analisa/Uji Proksimat (kadar air, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, abu) sebagai parameter dasar untuk mengetahui kualitas bahan pakan/pakan.  Berikut ini contoh hasil pengujian kimiawi terhadap beberapa bahan pakan yang beredar di Jawa Tengah :

Tabel 1. Hasil Uji Kimiawi Bahan Pakan

No

Bahan Pakan

Sampel ke-

Kadar Air

Kadar Abu

Protein kasar

Serat kasar

…………. (%) ………..

1

Dedak padi

1

9.74

13.67

6.79

30.20

2

9.40

15.92

5.55

-

3

9.53

14.65

6.50

-

rerata

9.56

14.75

6.28

30.20

SNI (mutu I)

max 13

max 11

min 12

max 12

SNI (mutu II)

max 13

max 13

min 10

max 15

SNI (mutu III)

max 13

max 15

min 8

max 18

2

Pollard

 

 

 

 

 

1

11.05

5.41

15.38

7.93

2

10.57

4.39

15.18

-

3

10.35

4.75

15.33

-

rerata

10.66

4.85

15.30

7.93

SNI

max 13

max 5

min 15

max 8

3

Onggok

 

 

 

 

 

1

11.91

6.00

5.71

9.93

2

9.44

12.21

5.75

-

3

10.24

12.01

5.37

 

rerata

10.53

10.07

5.61

9.93

Spesifikasi teknis*)

max 14.68

 

min 2.41

max 12.79

4

Bungkil kedelai

 

 

 

 

 

1

10.77

7.83

48.79

4.53

2

10.55

7.69

43.85

-

3

10.45

8.05

44.58

 

rerata

10.59

7.86

45.74

4.53

SNI (mutu I)

max 12

max 6

min 46

max 5

SNI (mutu II)

max 13

max 8

min 42

max 7

5

Bungkil kelapa

 

 

 

 

 

1

7.58

6.34

23.27

16.08

2

7.66

6.36

21.67

-

3

8.00

6.16

20.82

 

rerata

7.75

6.29

21.92

16.08

SNI (mutu I)

max 12

max 7

min 20

max 14

SNI (mutu II)

max 12

max 8

min 18

max 16

 

6

 

Kulit kopi

 

 

 

 

 

1

11.28

7.29

10.42

25.02

2

10.83

7.34

9.78

-

3

10.10

7.62

9.80

 

rerata

10.74

7.42

10.00

25.02

Spesifikasi Teknis*)

max 12,23


min 8,85

max 38,67


Keterangan :

-   Hasil uji berdasarkan pengujian Laboratorium Pakan Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kab. Semarang (2018)

-   Spesifikasi Teknis (*) ditetapkan berdasarkan kebutuhan dan referensi beberapa hasil uji

Hasil uji kimiawi di atas menunjukkan kandungan nutrisi pollard, onggok, bungkil kedelai, bungkil kelapa, kulit kopi sudah sesuai dengan standar (SNI dan spesifikasi teknis).  Hasil uji yang tidak sesuai dengan SNI adalah Dedak padi (kandungan protein kasar kurang memenuhi standar, sedangkan kadar serat kasar melebihi standar).  Hal ini juga didukung dengan bentuk fisik dedak padi yang sangat kasar, dengan tingginya kandungan sekam di dalam dedak padi.  Hal ini perlu diperhitungkan oleh produsen pakan/peternak terkait harga bahan pakan (rp/kg), penyimpanan dan penggunaanya dalam formulasi pakan.

Hasil pengujian bahan pakan/pakan yang optimal perlu didukung dengan teknik pengambilan sampel (sampling) yang benar dan baik.  Sampel sebaiknya diambil dari beberapa bagian tumpukan (semakin banyak titik sampel yang diambil, maka akan semakin mencerminkan kondisi bahan pakan/pakan).  Bahan pakan menjadi titik kritis pertama yang akan menentukan kualitas pakan.  Bahan pakan yang sama, dari supplier yang sama, pada kondisi waktu kedatangan (dropping) berbeda, belum tentu memiliki kualitas yang sama.  Hal ini disebabkan kondisi musim, proses pembuatan/pengolahan bahan pakan, waktu penyimpanan dan proses transportasi selama pengiriman.  Bahan pakan yang disimpan dalam rentang waktu tertentu di gudang memerlukan kontrol kualitas secara periodik dan diperlakukan secara FIFO (First In First Out) untuk menghindari kerusakan/penurunan kualitas pakan yang akan berpengaruh terhadap biaya produksi pakan.


***************************************************************************

Penulis :

Tita Mahargya R, S.Pt, MM

Pengawas Mutu Pakan Ahli Muda/III c

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Provinsi Jawa Tengah