Produk pangan asal ternak (daging, susu, telur) yang berkualitas dari sisi kandungan gizi dan aman dikonsumsi oleh masyarakat, tentunya dihasilkan dari ternak yang mengkonsumsi pakan yang aman dan berkualitas.  Pakan mempunyai peran penting dan strategis dalam menentukan tingkat produksi dan produktivitas ternak.  Pakan terdiri dari campuran beberapa bahan pakan di dalamnya yang memiliki kandungan nutrisi dan karakteristik tertentu, sehingga perlu dilakukan pengawsan/kontrol terhadap kualitas dan keamanannya.  

Sistem manajemen mutu terkait pengawasan pakan dimulai sejak proses produksi pakan (produsen), distribusi pakan (distributor/agen/poultry shop) dan tingkat peternak.  Pengawasan kualitas dan keamanan pakan di tingkat produsen pakan dimulai sejak pengadaan dan penerimaan bahan pakan, penyimpanan bahan pakan, produksi pakan, penyimpanan pakan dengan melibatkan tim QC (Quality Control) atau QA (Quality Assurace).  Pengawasan kualitas pakan yang tidak kalah pentingnya adalah di tingkat distributor/agen/poultry shop dan tingkat peternak.  Hal ini sangat penting dengan tujuan agar konsumen (peternak) menggunakan pakan yang sesuai dengan standar mutu (Standar Nasional Indonesia/Persyaratan Teknis Minimal yang ditetapkan), sehingga ternak yang dipelihara dapat berkembang dan berproduksi optimal.

Mendasarkan pada regulasi Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No.65/Permentan/OT.140/9/2007 tentang pedoman pengawasan mutu pakan di tingkat distributor/agen/pengecer bahan pakan dan pakan meliputi pemeriksaan terhadap dokumen perijinan usaha, pemeriksaan terhadap kesesuaian kemasan pakan dengan kemasan asli dari produsen, pemeriksaan terhadap pakan yang dijual (jenis pakan, label pakan, karung pakan, nomor pendaftaran pakan), pemeriksaan terhadap sarana penyimpanan pakan/bahan pakan, serta pengambilan sampel pakan/bahan pakan yang dijual tersebut untuk selanjutnya diujikan ke Laboratorium Pengujian Pakan untuk mengetahui kandungan pakan/bahan pakan.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah melalui Pengawas Mutu Pakan (Wastukan) secara berkelanjutan telah melakukan pengawasan kualitas pakan di tingkat distributor dan poulrtry shop di beberapa kabupaten/kota untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam pembuatan dan peredaran pakan di Jawa Tengah.  Beberapa waktu lalu pengawasan terhadap peredaran pakan dilakukan di Kabupaten Sukoharjo dengan objek pengawasan adalah poultry shop dan distributor pakan.  Hasil pengawasan di tingkat poultry shop (PS) didapatkan bahwa perijinan usaha (SIUP) masih berlaku, pemilik PS sudah menggunakan alas/pallet untuk menyimpan pakan dan menerapkan FIFO (First in First Out), pakan unggas yang dijual (produksi produsen pakan dari Jawa Tengah maupun Jawa Timur) sudah memiliki NPP (Nomor Pendaftaran Pakan) dari Kementerian Pertanian yang masih berlaku serta label pakan dan kemasan pakan sesuai dengan ketentuan.  Akan tetapi masih dijumpai adanya jenis pakan ruminansia yang pada label pakannya tidak tercantum NPP (sebagai syarat pemenuhan kandungan pakan sesuai dengan SNI) dan warna label pakan tidak sesuai kententuan.  Demikian halnya juga masih terdapat jenis feed additive yaitu prebiotik untuk ruminansia (sapi, kerbau,kambing, domba) yang tidak memiliki ijin edar.  Sementara itu pemilik PS sudah berperan penting dalam memberikan informasi kepada para peternak untuk tidak menggunakan pakan unggas (yang mengandung MBM/Meat Bone Meal) untuk ternak ruminansia sebagai pencegahan terjadinya penyakit sapi gila (Mad Cow Disease/BSE)......................................................


Selengkapnya dapat download disini