Manajemen pakan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap penampilan produksi ternak. Peran penting aspek pakan dalam efisiensi usaha peternakan berpengaruh pada pembentukan harga produk peternakan, untuk itu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk menyiapkan ketersediaan pakan yang terjangkau dan berkualitas bagi peternak khususnya untuk mendukung keberlanjutan program unggulan Kementerian Pertanian yaitu Program BEKERJA yaitu kegiatan peningkatan kesejahteraan petani-peternak melalui budidaya unggas (ayam lokal dan itik) dan UPSUS SIWAB (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting). Untuk memenuhi komitmen tersebut Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkerjasama dengan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Pakan ingin mewujudkan kemandirian pakan di kelompok-kelompok pengolah pakan ternak yang saat ini masih berproduksi secara berkelanjutan.

Kelompok pengolah pakan ruminansia yang terpilih dari Provinsi Jawa Tengah yaitu KTT. Mukti Andhini I Kabupaten Klaten dan KTT. Margo Raharjo IV Slumut Kota Salatiga. Kelompok tersebut merupakan calon penerima bantuan Program Kemandirian Pakan Tahun 2019. Maksud tujuan kegiatan  tersebut antara lain untuk mengoptimalisasikan pemanfaatan bahan pakan lokal di Provinsi Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Klaten dan Kota Salatiga serta meningkatkan kemampuan peternak/kelompok peternak dalam memproduksi pakan secara berkelanjutan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan.


Di Provinsi Jawa Tengah tersedia bahan-bahan lokal seperti dedak, kulit kopi, jagung, kulit kacang, gaplek, onggok singkong dan hasil samping pertanian seperti jerami padi dan jerami jagung menjadi alternatif untuk dimanfaatkan sebagai substitusi/pengganti bahan pakan yang masih diimpor maupun  bahan pakan lokal yang ketersediaanya dipengaruhi oleh banyak faktor. Pengunaan bahan pakan lokal tetap harus memperhatikan aspek mutu dan keamanan dengan harga ekonomis bersaing dan nutrisi ternak tercukupi.

Selain ketersediaan bahan pakan lokal perlu didukung peningkatan kemampuan dalam memproduksi pakan. Peningkatan kemampuan kelompok salah satunya didukung dengan bimbingan teknis dengan materi pemilihan bahan pakan, formulasi pakan, cara pembuatan pakan yang baik dan kewirausahaan. Bimbingan teknis dilaksanakan dengan berkerjasama dengan BPTP Jawa Tengah, Pengawas Mutu Pakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, PT. Nufeed Internasional Indonesia dan Universitas Dipenegoro. 

Diharapkan dengan adanya Program Kemandirian Pakan di Provinsi Jawa Tengah akan tersedia pakan ternak yang terjangkau, berkualias dan berkelanjutan. Selain itu akan memicu multiplier effect antara lain munculnya kelompok penyedia bahan baku pakan, kelompok pembuat alat dan mesin pengolah pakan dan kelompok pemasaran pakan ternak mandiri.

 

(Penulis : Ni Putu Widiari Isni Arimbi, S.Pt, M.Si/ Wastukan Ahli Pertama)/editor:ats