SDM Unggul Indonesia Maju. Sebuah tema yang sangat tepat , sebagai tag line dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 tahun 2019. SDM unggul adalah kunci majunya sebuah negara. SDM unggul tidak terlepas dari kecukupan gizi sejak dini. Empat Sehat Lima Sempurna, sebuah motogizi yang kita kenal sejak dahulu. Susu merupakan lima sempurna (dengan konsumsi susu dapat menyempurnakan gizi). Hal ini dikarenakan susu masih dianggap mahal dan masih sulit dijangkau untuk sebagian kalangan. Kondisi ini dapat dilihat dari konsumsi susu yang masih rendah. Untuk mengimbangi pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang cepat, tubuh memerlukan zat gizi yang lebih banyak dan lebih berkualitas. Apabila tidak diimbangi dengan pola konsumsi pangan yang sehat, masa anak-anak dan remaja dapat menjadi masa yang rawan gizi. Salah satu gizi yang diperlukan pada masa pertumbuhan dan perkembangan adalah kalsium.

Susu merupakan salah satu pangan bergizi yang dapat memenuhi kebutuhan manusia. Konsumsi susu sejak dini dapat memperkuat pertumbuhan tulang sehingga menjadikan tulang semakin padat dan mencegah terjadinya osteoporosis. Manfaat yang dapat dirasakan oleh manusia yang mengkonsumsinya dikarenakan dalam susu terdapat kandungan Vitamin D, Vitamin C, Fosfor, Zat besi dan Protein. Adapun zat-zat serta kandungan lainnya yang terkandung dalam susu yang meningkatkan status gizi pada susu tersebut.

Dengan beragam nutrisi yang dikandungnya, tidak mengherankan jika susu memiliki banyak manfaat kesehatan. Lantas, apa saja manfaat kesehatan susu sapi bagi kesehatan yang perlu kita ketahui? Berikut diantaranya (sumber: fontera.com):

1.   Menjaga kesehatan tulang; Minum susu sebaiknya dibiasakan sejak kecil. Susu memiliki banyak manfaat bagi anak-anak. Bukan hanya menjaga tulang tetap sehat dan kuat, namun susu juga membantu pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan.  Susu adalah salah satu sumber kalsium terbaik. Teratur minum susu akan membuat tulang anak sehat dan kuat dan mencapai kepadatan tulang optimalnya di usia 25-30th. Asupan susu bagi anak-anak juga mempengaruhi tinggi badan mereka.  Vitamin D biasanya kerap ditambahkan (fortifikasi) dalam susu. Vitamin D ini membantu tubuh menyerap kalsium dari berbagai sumber. Susu yang difortifikasi vitamin D dipercaya membantu meningkatkan pertumbuhan tulang anak juga mengurangi kemungkinan tulang rapuh di masa mendatang. Vitamin D dapat membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko osteoporosis di masa mendatang atau rakhitis pada masa kanak-kanak.

2. Menguatkan gigi; Susu kaya kalsium dan fosfor, sangat penting bagi perkembangan kesehatan gigi anak. Kalsium dan fosfor bersama-sama membantu menjaga kesehatan gigi. Salah satu protein terpenting yang ditemukan dalam susu adalah kasein. Ini membantu membentuk film (lapisan) tipis di permukaan email gigi dan membantu mencegah hilangnya kalsium dan fosfat. Hal ini sangat membantu ketika gigi anak mungkin terkena asam hadir di mulut.

3. Memelihara kesehatan jantung; Susu sapi merupakan sumber kalium (potasium yang dapat meningkatkan vasodilatasi dan menurunkan tekanan darah. Menurut sebuah studi yang dipimpin oleh Dr. Mark Houston, direktur Hypertension Institute di Rumah Sakit St. Thomas di Tennessee, peningkatan asupan kalium dan penurunan sodium dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular (penyakit jantung dan pembuluh darah). Studi tersebut menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi 4069 mg potasium per hari memiliki risiko kematian 49 persen lebih rendah akibat penyakit jantung iskemik dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi sekitar 1000 mg per hari

4. Mendukung berat badan yang sehat; Sebuah penelitian meta analisis mengungkapkan, anak-anak yang mengkonsumsi susu dan produk susu lebih tinggi memiliki 38% resiko obesitas lebih rendah dibanding anak-anak yang tidak mengkonsumsi susu/ produk susu. Diet dengan asupan susu dan produk susu terlihat mendukung penurunan berat badan, dan menjaga massa otot tubuh

  5. Meringankan depresi; Vitamin D dalam jumlah memadai mendukung produksi serotonin, hormon yang berhubungan dengan mood (suasana hati), nafsu makan, dan tidur. Kekurangan vitamin D dikaitkan dengan depresi, kelelahan kronis, dan PMS. Susu sapi – dan sejumlah makanan lain - sering diperkaya dengan vitamin D.