Kegiatan pengendalian pemotongan sapi kerbau betina produktif merupakan tindak lanjut dari amanat dari UU 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yaitu pada Pasal  18 ayat 4 setiap orang  dilarang menyembelih ternak ruminansia kecil betina produktif atau ternak ruminansia besar betina produktif. Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa ternak ruminansia betina produktif adalah ternak ruminansia betina yang organ reproduksinya masih berfungsi secara normal dan dapat beranak. Ancaman pelanggaran terhadap ketentuan ini diatur dalam pasal 86 yang berbunyi setiap orang yang menyembelih:

·       Ternak ruminansia kecil betina produktif sebagaimana dimaksud dalam Pasal18 ayat (4) dipidana dengan pidana kurungan paling singkat 1 (satu) bulan dan paling lama 6 (enam) bulan dan denda paling sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) dan paling banyak Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah) dan

·       Ternak ruminansia besar betina pro duktif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan paling banyak Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).


Pemerintah lebih memfokuskan pada ternak sapi dan kerbau karena ternak ruminansia ini memiliki periode reproduksi yang relatif panjang. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan pendukung UPSUS SIWAB sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 48 Tahun 2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting. Didalam Permentan No 48 Tahun 2016 disebutkan tujuan pengendalian pemotongan betina produktif adalah untuk menyelamatkan betina produktif dari pemotongan dan mempertahankan dan/atau meningkatkan jumlah akseptor. Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu lokasi target dengan jumlah kab kota lokasi target sebanyak 4 lokasi yaitu Kab Wonogiri, Kab Batang, Kab Pekalongan, dan Kab. Tegal.

Data perkembangan dan capaian pengendalian pemotongan sapi kerbau betina produktif di peroleh dari system iSIKHNAS yang dilaporkan setiap bulannya oleh petugas yang ditunjuk di kabupaten kota.

Tabel Jumlah Pemotongan Sapi dan Kerbau Tahun 2019 selengkapnya klik disini