Pangan Asal Hewan merupakan pangan yang mengandung sumber protein tinggi berupa asam amino esensial yang tidak dapat digantikan oleh pangan nabati atau pangan yang lainnya. Pemenuhan kebutuhan konsumsi protein hewani sangat penting untuk membantu proses pertumbuhan, perkembangan serta merupakan salah satu upaya dalam mencegah Stunting. Namun demikian, produk pangan asal hewan merupakan produk yang mudah rusak (perishable food) disebabkan karena produk pangan asal hewan seperti daging, telur, dan susu sangat mudah tercemar oleh bakteri apabila proses penanganan, pengolahan dan cara penyimpanannya tidak benar. Oleh karena itu, diperlukan sistem jaminan kemanan dan mutu pangan agar tercipta ketentraman batin masyarakat dalam mengkonsumsi pangan asal hewan. Hal tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 Juncto Undang-Undang Nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan.

Bidang Veteriner melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan berupa Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Pangan Asal Hewan yang ASUH dibeberapa Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan KIE ini merupakan salah satu dukungan nyata untuk mensukseskan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan mengkonsumsi Pangan Asal Hewan yang ASUH guna mencegah Stunting dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih dan memilah pangan asal hewan yang berkualitas untuk kebutuhan konsumsi keluarga dirumah.

Acara KIE tersebut ditujukan kepada Ibu-Ibu PKK, Dharma Wanita dan Pelaku Usaha di Kabupaten Boyolali, Pati, Magelang, Kudus dan Kota Magelang. Selain kegiatan KIE tersebut juga dilakukan pembagian CSR dari PT. Samaco Karkasindo Utama di Kabupaten Pati dan PT. Ciomas Adi Satwa di Kabupaten Magelang kepada para peserta untuk memperkenalkan produk asal hewan yang ASUH dan ber-NKV sebagai jaminan keamanan pangan sehingga tercipta ketentraman batin masyarakat dalam mengkonsumsi pangan asal hewan serta menciptakan generasi muda yang sehat berkompeten dan bebas Stunting.