Dalam rangka Pengendalian Pemotongan Betina Produktif dan Pelestarian serta pemanfaatan Sumber Daya Genetik Ternak Ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba) di Jawa Tengah pada saat Hari Raya Idul Adha, semua umat muslim di seluruh dunia menyembelih hewan kurban (sapi, kerbau, kambing dan domba). Hal ini berdampak pada meningkatnya permintaan akan hewan kurban dalam waktu yang bersamaan. Kondisi ini juga berdampak pada permintaan ternak  betina sebagai hewan kurban, dikarenakan harga ternak betina yang relatif lebih murah dan terbatasnya anggaran yang terkumpul untuk membeli ternak jantan.

Sebagai informasi kami sampaikan perbandingan angka penyembelihan hewan qurban tahun 2018 dengan 2019  sebagai berikut :

Data selengkapnya silahkan klik disini

   Adapun kriteria ternak ruminansia betina produktif adalah sebagai berikut :

1. Ternak sapi/kerbau betina yang melahirkan kurang dari 5 (lima) kali atau berumur dibawah 8 (delapan) tahun.

2. Memiliki organ reproduksi normal dan atau tidak cacat permanen serta dapat berfungsi optimal sebagai sapi/kerbau induk.

3. Tidak cacat fisik.

4. Memenuhi persyaratan kesehatan hewan.

Larangan penyembelihan/pemotongan betina produktif dikecualikan dalam hal :

(i). Ternak berumur lebih dari 8 (delapan) tahun atau beranak lebih dari 5 (lima) kali.

(ii). Tidak produktif (majir) dinyatakan oleh dokter hewan atau tenaga asisten reproduksi dibawah penyelia dokter hewan.

Larangan pemotongan ternak ruminansia betina produktif akan dikenakan sanksi administratif dan atau sanksi pidana berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan hewan pasal 86 sebagai berikut :

   Setiap orang yang menyembelih :

a.       Ternak ruminansia kecil betina produktif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (4) dipidana dengan pidana kurungan paling singkat 1 (satu) bulan dan paling lama 6 (enam) bulan dan denda paling sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) dan paling banyak Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah); atau

b.       Ternak ruminansia besar betina produktif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan paling banyak Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).

Mengingat penyembelihan hewan qurban pada sapi/kerbau betina semakin meningkat, kami menghimbau kepada seluruh masyarakat serta takmir/panitia penyembelihan hewan qurban di seluruh wilayah Jawa Tengah, agar tidak menyembelih ternak ruminansia betina (sapi, kerbau, kambing dan domba) terutama yang masih produktif pada pelaksanaan penyembelihan hewan qurban tahun 2020.

 

Sumber :  Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) – Bidang Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah
 Edit by:admin