Di Indonesia dan seluruh dunia pada beberapa bulan terakhir telah mengalami wabah virus corona lebih tepatnya Corona Virus Disease 19 atau sering disebut dengan Covid 19. Wabah ini telah menyebar ke hampir seluruh negara dan pada bulan Maret 2020 telah ditetapkan sebagai pandemi global oleh WHO. Artinya penyakit ini dapat menyebar dan menular antar manusia secara luas di berbagai negara. Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus tepatnya yang berasal dari genus Betacoronavirus. Virus ini merupakan virus RNA yang memiliki karakteristik mudah mengalami mutasi. Pada sebagian besar kasus, berbagai jenis corona virus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, termasuk pada Covid 19 dapat menimbulkan gejala yang ringan sampai berat yang kemungkinan sangat berkaitan dengan imunitas tubuh penderita.

Covid-19 sampai saat ini belum ditemukan vaksin dan obat yang spesifik. Upaya pencegahan yang harus terus dilakukan adalah dengan mencegah kontak, menjaga kebersihan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Hal tersebut  dilakukan dengan mengurangi aktivitas di luar rumah dan rajin mencuci tangan dengan sabun. Sedangkan meningkatkan imunitas dapat dilakukan dengan istirahat yang cukup dan menjaga pola makan dengan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang termasuk memenuhi kebutuhan protein hewani melalui asupan pangan asal hewan yang Aman Sehat Utuh dan Halal.



Status imunitas atau kekebalan tubuh merupakan suatu sistem dalam tubuh manusia yang bekerja untuk melindungi sel tubuh dari berbagai penyakit. Semakin baik sistem imun tubuh maka memiliki kemampuan yang baik dalam mendeteksi benda asing yang bersifat patogen serta semakin tinggi kemampuannya dalam melindungi sel tubuh. Respon imun terhadap penyakit secara garis besar dibagi dalam dua sistem utama, yaitu innate (alami/nonspesifik) dan respons imun adaptif (spesifik). Dalam bekerja, baik imunitas alami maupun imunitas adaptif tidak dapat dipisah-pisahkan tetapi saling melengkapi. Namun yang perlu disadari bahwa sistem imun tersebut dibentuk dari makanan yang kita konsumsi, tentu gizi yang seimbang pada makanan kita akan mendukung pembentukan system imun yang optimal. Gizi merupakan faktor utama pembetukan respon imun tubuh dan kekurangan gizi dapat menyebabkan penurunan kekebalan tubuh. Artinya peningkatan kekebalan tubuh dapat dilakukan antara lain dengan mengkonsumsi zat gizi yang mendukung pembentukan dan mampu meningkatakan respon imun diantaranya yang paling penting adalah protein, vitamin dan mineral yang seimbang.

Salah satu zat gizi yang diperlukan tubuh adalah protein. Protein adalah zat yang paling penting dalam setiap organisme dan juga merupakan bagian utama dari semua sei hidup yang mempunyai proporsi terbesar setelah air. Protein di dalam tubuh berfungsi untuk mengatur proses-proses metabolisme dalam bentuk enzim dan hormon dan sebagai mekanisme pertahanan tubuh melawan berbagai mikroba dan zat toksik lain yang datang dari luar, serta memeiihara sel dan jaringan tubuh. Berdasarkan sumbernya protein dibagi menjadi protein hewani dan nabati. Perlu dipahami bahwa protein hewani pada umumnya mempunyai susunan asam amino yang paling sesuai untuk kebutunan manusia. Untuk menjamin mutu protein dalam makanan sehari-hari, dianjurkan sepertiga bagian protein yang dikonsumsi berasal dari protein hewani karena protein hewani mempunyai kualitas (nilai gizi) lebih tinggi serta dapat mengandung asam amino yang tidak dapat diproduksi tubuh. Namun demikian campuran beberapa bahan makanan sumber nabati dan hewani dapat menghasilkan komposisi asam amino yang semakin lengkap.

Untuk memenuhi kebutuhan protein hewani yang sumber utamanya dari daging, susu, dan telur perlu dipilih yang memiliki kriteria  Aman, Sehat Utuh dan Halal (ASUH). Permasalahan yang kita hadapi sekarang adalah tingkat konsumsi produk peternakan sebagai sumber protein hewani masih rendah. Di Jawa Tengah konsumsi daging mencapai 9,60 kg/kapita/tahun. Konsumsi telur sebesar 6,48 kg/kapita/tahun sedangkan konsumsi susu hanya mencapai 1,89 kg/kapita/tahun. Sedangkan standar nasional untuk konsumsi daging sebanyak 10,3 kg/kapita/tahun, telur 6,5 kg/kapita/tahun dan susu 7,2 kg/kapita/tahun. Maka perlu dikampanyekan peningkatan konsumsi Pangan Asal Hewan yang ASUH untuk memenuhi kebutuhan protein hewani apalagi dalam menghadapi wabah seperti sekarang ini.

 

Ditulis oleh:

Drh. Edy Dharma

Medik Veteriner Muda

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah