Dalam dunia peternakan khususnya budidaya ternak ruminansia akan tidak lepas dengan jenis rumput satu ini. Bagi ternak ruminansia hijauan pakan ternak memiliki persentase tertinggi dalam biaya produksi yaitu sekitar 70%. Rumput ini begitu nge trend dikalangan peternak dengan segala keunggulannya, salah satunya adalah sangat disukai oleh sapi dan kambing karena pada bagian batang dan daunya tidak memiliki bulu-bulu halus.      

Rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv Thailand) adalah jenis rumput yang berasal dari Thailand sering disebut rumput Pakchong. Awalnya para peternak mengenal jenis rumput ini dari mulut ke mulut. Rumput Pakchong diteliti dan dikembangkan oleh Prof. Dr. Krailas Kiyothong selama 6 tahun dan penanamannya dilakukan di daerah Pak Chong, Thailand. Rumput Pakchong merupakan salah satu jenis rumput unggul. Rumput Pakchong merupakan hasil persilangan antara rumput gajah (Pennisetum purpureum Schumach) dengan Pearl millet (Pennisetum glaucum). Menurut Suherman dan Herdiawan (2021) rumput Pakchong dapat tumbuh dengan baik diberbagai lokasi, tetapi akan berkembang sangat baik pada tanah yang kaya akan bahan organik.

Banyak jenis rumput Gajah yang sudah dibudidaya di Indonesia, tapi jenis rumput ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan jenis rumput yang lain. Menurut pembibitan CV. Cahaya Baru perbedaan rumput Pakchong dan rumput Kolonjono terletak pada ukuran tinggi, tinggi rumput Pakchong bisa mencapai sekitar 5 m namun batangnya relatif tidak keras sehingga bisa dikonsumsi oleh ternak. Itulah mengapa rumput Pakchong lebih disukai oleh hewan ternak seperti Sapi dan Kambing. Menurut Suherman dan Herdiawan (2021), produksi rumput Pakchong per tahun berkisar 250-275 ton/ha dan kandungan protein kasar 16-18%.  Berikut ini hasil penelitian Sarker et al. (2019) tentang produktifitas rumput Pakchong yang dipanen pada umur 70, 80 dan 90 hari (Tabel 1). Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa rumput yang dipanen pada umur 90 hari menghasilkan lebih tinggi biomassa dan parameter lain.
 
Sumber : 
*)Sirait (2017)
**)Hasil Analisa Proksimat Laboratorium Pakan Kabupaten Semarang (2019)

Komposisi nutrisi dari rumput Pakchong dapat dilihat pada Tabel 2. Kelebihan lain yang dimiliki rumput Pakchong dibandingkan dengan jenis rumput yang lain rumput Pakchong memiliki usia tanam dan panennya cukup panjang yaitu hingga 9 tahun. Dalam setahun rumput Pakchong bisa dipanen sampai 3 kali. Selain memiliki kelebihan dari rumput Pakchong terdapat pula kelemahan salah satunya pemanenan terlambat maka rumput akan mulai mengeras yang menyebabkan kandungan gizinya menurun. 
Dengan mengenal lebih jauh karakteritik tentang rumput Pakchong dapat menambah pengetahuan tentang jenis hijauan pakan ternak (HPT) yang unggul. Namun demikian pengembangan HPT harus diikuti pengembangan inovasi dan teknologi baik untuk usaha budidaya rumputnya juga upaya untuk mengolah rumput tersebut sebagai cadangan pakan ternak di musim kemarau.

(Disusun oleh Ni Putu Widiari IA, S.Pt, M.Si)