Jakarta (18/5/22), Menteri Pertanian laksanakan Rapat Koordinasi Penanganan Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sedang melanda beberapa daerah, bersama dengan Pejabat eselon lingkup Kementan, Pejabat lingkup Ditjen PKH, Satgas Pangan Mabes Polri, 14 Provinsi terkena wabah PMK, dan asosiasi insan peternakan. 


Menteri Pertanian dalam arahannya menyampaikan bahwa penanganan PMK ini harus cepat dan segera. "Kita yakin secara bersama-sama untuk dapat selesaikan wabah PMK ini. Untuk itu lakukan langkah antisipasi dan adaptasi, kalibrasi dan perbaiki data. Cek kembali akurasi dan faktualisasi data. Jangan ada dramatisasi data. Lakukan komunikasi efektif dan secara bertahap dari level daerah, provinsi sampai pusat," tegas beliau. 


Menteri pertanian menugaskan kepada Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk merumuskan secara teknis dan lebih detail tentang bagaimana menyelesaikan wabah PMK ini dalam waktu dekat melalui 6 program aksi antara lain : 

1. Bentuk posko/crisis center PMK

2. Atur lalu lintas hewan dengan baik dan tegas

3. Segerakan distribusi obat hewan

4. Segerakan penyediaan vaksin (vaksin import dan lokal) 

5. Terus lakukan KIE bersama semua pihak terkait. 

6. Atur zonasi jual beli ternak di pasar hewan secara jelas. 


Di akhir arahan yang beliau sampaikan, ditegaskan kembali beberapa hal yaitu :

1. PMK bisa disembuhkan

2. PMK tidak menular kepada manusia dan dagingnya  aman dikonsumsi

3. Perlu kewaspadaan tinggi agar tidak  buat panik peternak. 


Menteri pertanian menargetkan 14 hari sebelum Idul Adha sudah tidak ada masalah PMK. "Jangan buat petani kapok beternak, bantu petani, bantu  peternak, bantu pemerintah, bantu bangsa dan bantu presiden menangani wabah PMK" pungkas Mentan.


red by ats