Daging merupakan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi baik bagi manusia maupun mikroorganisme (kuman), mudah rusak sehingga bahan pangan tersebut berpotensi berbahaya bagi manusia, oleh karena itu  perlu memperhatikan prinsip-prinsip higienis antara lain :

A.     Penanganan daging :

Adalah kegiatan yang meliputi pelayuan, pemotongan bagian-bagian daging, pelepasan tulang, perebusan jeroan, dan kegiatan lainnya, untuk mendapatkan daging kurban yang higienis maka beberapa hal yang harus diperhatikan pada proses ini antara lain :   

·     Petugas yang menangani daging kurban harus selalu menjaga kebersihan tangan, tempat dan pakaian.

·       Sebelum menangani daging, petugas harus mencuci tangan dengan air bersih.

·       Setelah ternak disembelih dan mati dengan sempurna, dilakukan pengulitan karkas.

·     Pengulitan karkas diusahakan dengan cara digantung agar karkas tidak terkontaminasi oleh bakteri yang ada di lantai (higienis) dan agar pengeluaran darah dari karkas dapat keluar secara maksimal.

·     Daging dan jeroan tidak boleh dicampur, harus terpisah karena jeroan lebih banyak mengandung kuman.

·       Petugas penanganan daging dengan jeroan harus berbeda orang.

·       Jeroan hijau (rumen / perut dan usus) dan jeroan merah (paru-paru, jantung, hati dan ginjal) harus terpisah.

·     Setelah dicuci dan dibersihkan jeroan hijau harus direbus terlebih dahulu untuk membunuh kuman dan bakteri yang ada didalamnya sedangkan jeroan merah tidak perlu direbus.

·     Untuk hati atau paru-paru yang terindikasi oleh penyakit tertentu TIDAK BOLEH DIKONSUMSI. (misal cacing hati, TBC dll)

·     Daging dan jeroan yang ditangani harus selalu dicegah terhadap pencemaran (tangan yang kotor, air yang kotor, peralatan yang kotor, lalat dan serangga).

 

B.     Pengemasan daging Kurban :

·       Untuk proses pemotongan daging sebaiknya dilakukan dengan menggunakan alas plastic yang transparan, menggunakan telenan polypropilane, timbangan, wadah daging dan jeroan harus bersih.

·       Bagikan potongan daging dalam kemasan yang terbuat dari bahan yang tidak berbahaya bagi kesehatan dan tidak menambah kontaminasi (besek yang ramah lingkungan atau plastik bening).

·       Daging tidak dikemas dalam satu kemasan dengan jeroan (dikemas sendiri)

·       Pengemasan jeroan hijau dan jeroan merah juga harus terpisah.

·       Usahakan daging dan jeroan tidak dibiarkan tersimpan pada suhu ruang (25-30°C) lebih dari 4 jam. Dan segera dibagikan kepada penerima

 

Sumber : Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) – Bidang Veteriner

   Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah



Artikel pdf silahkan KLIK DISINI