Pasar hewan merupakan tempat untuk bertransaksi jual beli hewan. Pasar hewan merupakan tempat peternak menjual ternaknya dengan harapan memperoleh keuntungan dari hasil memelihara ternak selama kurun waktu tertentu. Di Jawa Tengah sesuai data fungsi peternakan Tahun 2019 terdapat 174 pasar hewan di 32 kab kota. Hampir semua kab kota di Jawa Tengah memiliki pasar hewan dan kebanyakan lebih dari satu unit. Sebagian besar pasar hewan beroperasi hanya beberapa hari dalam seminggu. Data jumlah ternak yang diperdagangkan dalam kurun waktu Tahun 2019 cukup banyak untuk ternak ruminansia besar saja mencapai lebih dari 640.000 ekor. Detail jumlah ternak yang diperdagangkan di pasar hewan selama Tahun 2019 sebagaimana tabel berikut :

Tabel Jumlah Hewan yang di Perdagangkan di Pasar Hewan Tahun 2019 selengkapnya silahkan klik disini

Selain jual beli hewan ternak pasar hewan biasanya menyediakan peralatan terkait peternakan dan pertanian seperti peralatan kandang, sabit, cangkul, dan pakan ternak. Dipasar hewan sering kita jumpai adanya perantara atau yang disebut blantik yang melakukan pembelian dari peternak dan menjualnya lagi. Mereka mempunyai pengalaman dalam memilih ternak yang baik, serta menentukan harga seekor ternak. Seringkali keuntungan peternak ditentukan oleh peran perantara ini.

 Pada akhir tahun 2019 dimana terjadi kasus Covid 19 yang sampai sekarang kasusnya belum dapat dikendalikan, muncul analisa bahwa asal mula penyebab penyakit ini berasal dari pasar hewan Huanan di Wuhan, China. Ini diindikasikan karena di pasar hewan tersebut menjual satwa liar diantaranya kelelawar yang merupakan hewan yang terpapar Corona Virus penyebab Covid 19 namun tidak menimbulkan gejala. Corona virus pada kelelawar ini kemudian diprediksi mengalami locatan host dan pada akhirnya dapat menyerang manusia dan menyebabkan pandemi global. Walaupun secara ilmiah teori ini belum dapat dibuktikan namun ini menjadi titik balik perlunya penerapan sistem pengelolaan pasar hewan yang lebih baik yang mencakup berbagai aspek seperti kesehatan hewan dan kesejahteraan hewan sehingga dapat mencegah terjadinya penularan penyakit zoonosis dan memberikan keuntungan pada peternak. Satu hal yang perlu dicatat bahwa tidak ada laporan penularan Covid 19 dari ternak ke manusia. Namun yang perlu dihindari adalah memperdagangkan satwa liar di pasar hewan secara illegal karena dapat mengganggu ekosistem serta beresiko meningkatkan kemungkinan penularan penyakit yang sudah terlokalisir di satwa liar ke manusia.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (red: Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 524/0008171 tanggal 30 April 2020) juga telah serius menanggapi hal ini dengan mengeluarkan Surat Edaran kepada Kabupaten/Kota untuk mengalihkan penanganan pasar hewan kepada Dinas yang membidangi Peternakan dan Kesehatan Hewan di kabupaten kota. Kondisi saat ini memang sebagian pasar hewan belum ditangani oleh dinas yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan, mayoritas masih dibawah dinas yang menangani perdagangan. Upaya penanganan melaui pengalihan dibawah dinas yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan tentu tidak hanya struktur pemerintahan dan kewenangan yang beralih namun harus menjawab permasalahan yang ada di pasar hewan selama ini. Masalah yang sering terjadi di pasar hewan diantaranya adalah :

Selengkapnya silahkan Klik Disini