Pemotongan hewan kurban di Indonesia pada umumnya  masih dilakukan secara tradisional, serba darurat, apa adanya dan kurang memperhatikan aspek higienis sanitasi, kesejahteraan hewan dan kesehatan lingkungan serta aspek zoonosis. Sementara disisi yang lain kesadaran dan niat berkurban umat muslim di Indonesia semakin meningkat, hal ini menyebabkan jumlah pemotongan hewan kurban setiap tahunnya meningkat  yang diikuti dengan munculnya tempat-tempat pemotongan hewan darurat seperti halaman masjid, halaman sekolah, pinggir jalan, lapangan dan tempat-tempat terbuka lainnya. 

Permasalahan lain yang timbul adalah ketersediaan tenaga juru sembelih yang tidak sebanding dengan jumlah hewan yang akan dipotong. Hal ini disebabkan karena pada saat kurban tempat pemotongan sangat banyak dan waktu pemotongan yang serentak. Sehingga muncul juru sembelih-juru sembelih baru yang tidak dibekali dengan pengetahuan dan ketrampilan yang memadai, memungkinkan timbulnya permasalahan baru terutama dari aspek kesehatan masyarakat veteriner dan kesejahteraan hewan.  Dalam rangka  menjamin pangan asal hewan yang beredar di masyarakat agar dapat memenuhi kriteria aman, sehat, utuh dan halal (ASUH), diperlukan pembinaan dan edukasi  terhadap juru sembelih baru melalui penataan pemotongan hewan kurban baik dari aspek kesehatan masyarakat veteriner dan kesejahteraan hewan. 

Berikut kami  sajikan  penataan pemotongan hewan kurban sesuai dengan aspek kesehatan masyarakat veteriner dan kesejahteraan hewan yang dapat diterapkan disekitar lingkungan tempat tinggal kita, yaitu : Selengkapnya silahkan KLIK DISINI